SAYA MENCINTAI SOSOK WANITA SEPERTI IBU SAYA :)

Minggu, 30 Oktober 2011

Karakter Ibu Sekaligus Sahabat yang Menyenangkan Buat Anak


Pola asuh orangtua berperan besar dalam pembentukan karakter dan pola pikir si kecil di kemudian hari nanti. Dalam mengasuh anak, Anda tak hanya bisa jadi pendidik anak tapi juga sahabat yang asyik.

Sejak si kecil lahir, Anda pasti sudah kebanjiran nasehat dan saran menjadi ibu yang handal. Namun, keputusan tetap di tangan Anda dalam menciptakan dan mengembangkan sendiri cara perawatan dan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian anak Anda.

Setiap ibu memiliki keunikan pola asuh masing-masing terhadap si kecil. Namun, setiap ibu pasti memiliki satu kesamaan, yakni ingin agar si kecil tumbuh dan berkembang dengan sempurna serta mengalami masa kanak-kanak yang bahagia.


"Meski pendekatannya berbeda, tapi tujuan para ibu pada umumnya sama, yakni ingin yang terbaik untuk anaknya," kata Dra.Diennayarti Tjokrosuprihartono, M.Psi, psikolog anak dari Universitas Indonesia.

Secara garis besar, ada beberapa jenis karakter ibu, yakni ibu yang ingin jadi sahabat anak, ibu yang kreatif, ibu yang menjadi idola anak, serta ibu yang jadi pelindung anak.

Ibu sahabat anak memiliki gaya asuh yang santai dan penuh kasih sayang sehingga nantinya si anak akan menjadi pribadi yang bahagia, mandiri dan terbuka.
Sementara itu ibu yang kreatif adalah yang selalu penuh dengan hal baru, hangat, spontan, merupakan teman bermain si kecil. Ibu tipe ini senang membuat suasana yang baru dan spontan sehingga anak tumbuh menjadi anak yang ceria dan senang bereksplorasi.

Karakter ibu lainnya adalah ibu yang menjadi idola anak, yakni ibu yang disiplin dan memiliki cita-cita atau terget tinggi untuk si kecil. "Biasanya ini adalah ibu-ibu yang punya aktifitas di luar rumah atau ibu yang berprestasi sehingga anak kagum," kata Dien.

Sedangkan ibu yang selalu berusaha menghadirkan rasa aman bagi si kecil termasuk dalam karakter ibu pelindung. "Biasanya ibu tipe ini selalu mencari jalan keluar untuk membantu si kecil, bahkan ia selalu mengantisipasi masalah," katanya.

Empat karakter tersebut, menurut Dien, bisa muncul dalam diri setiap ibu. "Semua tipe ini dimiliki para ibu, namun yang muncul adalah lebih dominan yang mana," katanya dalam acara peluncuran komunitas Mama Moo Teman Moo dari Walls Moo di Jakarta beberapa waktu lalu.

Cara pandang, pengetahuan, serta wawasan setiap ibu akan terus berkembang seiring dengan proses belajar menjadi orangtua. "Selalu asah kepekaan dan pilih pendekatan yang pas untuk anak," ujar Dien.

Dengan demikian, kelak Anda akan bisa menghadirkan sisi-sisi terbaik dalam diri untuk memaksimalkan seluruh aspek perkembangkan anak.

Para Ibu seringkali mengalami dilema dalam menghadapi anak-anak mereka. Keinginan ibu untuk dapat memberikan yang terbaik bagi anak, seringkali menempatkan posisi Ibu seperti ”polisi jahat” bagi anak-anak karena larangan-larangannya.

Sebagai contoh, ketika ibu harus memilih jajanan bagi anak. Jajanan yang diharapkan oleh anak adalah jajanan yang tentu mereka sukai, sedangkan pertimbangan ibu jajanan bagi anak adalah jajanan yang memiliki kandungan gizi yang bermanfaat. Jika para ibu mampu mengatasi dilema yang dihadapinya dengan memberikan solusi yang terbaik melalui sarana yang positif dan menyenangkan, tentu hubungan ibu dan anak akan terjalin erat. Terwujud manakala ibu dan anak menjadi sahabat selamanya (Best Friend Forever), dan tidak lagi menjadi dilema bagi ibu maupun paksaan bagi anak.

Saat membesarkan anak-anak disarankan kedua orang tua harus bekerja sama menjadi satu tim yang solid. Terutama dalam menerapkan sejumlah peraturan kepada anak-anaknya. Sehingga baik ayah maupun ibu harus bisa mengetahui perannya masing-masing saat merawat si kecil. "Para orang tua harus bekerja sama menjadi satu tim dan bersikap konsisten dalam menerapkan peraturan-peraturan di rumah," ujar Diennayarti Tjokrosuprihartono, seorang psikolog dari Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia.

Maklum saat menegakkan kedisiplinan kepada buah hati, orang tua kadang suka marah atau frustasi, menghindari masalah, kehabisan akal, sering bersuara keras, cerewet ataupun meremehkan. Padahal, sebenarnya agar si kecil bisa memahami keinginan orang tua tak harus melulu dengan cara kasar."Semua anak pasti akan mencontoh orang dewasa, jadi mereka tak perlu diajarkan memakai suara keras atau teriak", ujarnya. Oleh sebab itu memberikan contoh jauh lebih baik dibanding dengan membentak ataupun cara-cara lain yang memerintah dengan kasar.

Tidak kalah penting adalah mengajarkan kedisiplinan. Cara terbaik mendisiplinkan anak adalah dengan memberikan hukuman atau imbalasan (reward andpunisment). "Jadi cara tepat ajarkan anak disiplin, harus dimulai dengan diberikan contoh positif, konsisten dan komitmen," ujar dia.Ketika anak mendapatkan nilai bagus di sekolahnya, misalnya, berikan perhatian. "Memberi penghargaan untuk anak tak harus selalu diberi hadiah. Yang penting harus bilang jujur tanpa bilang kata-kata negatif. Bisa juga dengan diberi pelukan," ungkap Dini saat ditemui dalam acara konferensi pers "lbuku Sahabatku" besutan sebuah produk es krim, Jakarta beberapa waktu lalu.

Peran Lebih Ibu

Peran seorang ibu begitu penting. Ketika ayah pergi seharian mencari nafkah, tiap harinya ibu bertanggung jawab mengurus rumah tangga juga menjaga anak. Termasuk memberikan pengasuhan. Menurut Dini cara terbaik berhubungan dengan anak-anak adalah menjalin persahabatan.Supaya anak mengerti apa yang disampaikan, terutama bagi para ibu, dapat dihadapi dengan diberikan suatu solusi terbaik. Adapun solusi tersebut, dengan membangun rasa saling menghargai satu sama lain. Sehingga dalam mendampingi masa tumbuh kembang anak, setiap ibu bisa menjadi sahabat bagi si kecilnya.

Bagi anak-anak dan siapa saja di dunia, mempunyai sahabat adalah suatu kondisi yang sangat menyenangkan. Dengan menjalani peran sahabat maka ibu akan menjadi tempat yang nyaman untuk curhat, tempat bertanya yang seru karena bisa dipercaya bahkan dapat maju bersama dan saling menguatkan.Melalui komunikasi dan perilaku yang positif dan menyenangkan, hubungan ibu dan anak akan terjalin lebih harmonis. Apabila hubungan antara ibu dan si kecil telah terjalin erat, maka itu berarti telah terwujud persahabatan selamanya (Best Friend Forever). Banyak kesempatan yang dapat dimanfaatkan agar persahabatan ibu dengan anak semakin harmonis, seperti saat bermain atau sedang makan bersama. (fn/km/ul/bv) www.suaramedia.com

0 komentar:

Poskan Komentar